Monday, June 8, 2020

Pendidikan dalam TIK

                   

Berkenaan dengan pendidikan orang cacat untuk meningkatkan inklusi, Guo et al. (2005) menemukan bahwa penyandang cacat dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi lebih mungkin untuk memiliki akses ke Internet. Pendidikan orang-orang penyandang cacat untuk mengakses Internet telah menerima liputan minimal dalam literatur penelitian (itu berada di luar lingkup bab ini untuk mencakup semua literatur tentang pendidikan TIK secara lebih umum). Meskipun ada beberapa peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, masih ada beberapa studi yang melaporkan program atau intervensi untuk meningkatkan keterampilan berbagai kelompok penyandang cacat untuk meningkatkan penggunaan ITC.

Strategi pendidikan membutuhkan pengembangan lebih lanjut dan eksplorasi dalam literatur yang berfokus pada pembelajaran spesifik kelompok yang mungkin lebih sistematis dikecualikan, misalnya mereka dengan ID yang lebih parah dan orang cacat yang lebih tua. Pendidikan cenderung berinteraksi dengan usia, dengan lebih banyak kesempatan pendidikan dan online yang tersedia untuk orang-orang muda yang cacat daripada orang tua yang cacat (Parsons et al., 2008).


            Analisis: Pendidikan TIK untuk penyandang suatu kekurangan fisik atau cacat memang sangat dibutuhkan yang namanya jaringan internet. dikarenakan untuk penyandang kebatasan memang harus diberikan fasilitas yang lebih memadai dalam belajar TIK, dikarenakan di ilmu psikologi orang yang menyandang kekurangan fisik harus diberikan perhatian dan juga fasilitas yang lebih dikarenakan orang-orang tersebut merupakan orang-orang khusus dalam belajar TIK sehingga dapat meningkatkan keterampilan dalam bidang TIK nantinya. hal ini sangat berfungsi dikarenakan orang khusus tersebut dapat dengan mudah belajar tanpa harus bersusah payah. 

No comments:

Post a Comment