Sunday, May 24, 2020

Gaya Kognitif Lintas Budaya

             Dalam teori kognisi lintas budaya , Faiola dan Matei (2006) mengusulkan bahwa individu membawa gaya kognitif mereka yang terikat secara budaya, yang telah dipengaruhi dan dipelajari melalui dampak sosial dan budaya, ke dalam aktivitas online mereka. Gaya kognitif mencerminkan pemikiran individu dan pola pemrosesan yang digunakan oleh orang untuk memahami, menafsirkan, dan merespons lingkungan mereka. Ada banyak segi pada gaya kognitif ini, dari proses analitik ke proses emosional, dan dari penalaran deduktif (yaitu, memperoleh alasan dengan mengevaluasi informasi secara logis) hingga memproses informasi secara heuristik. Teori kognisi budaya menangkap perbedaan budaya dalam jenis tugas kognitif ini (lihat juga Nisbett & Norenzayan, 2002; Nisbett et al., 2001). Ini mengusulkan bahwa cara orang berpikir, merasakan, dan menanggapi lingkungan mereka merupakan gaya kognitif yang didasarkan pada respons sosial yang dipelajari dari interaksi sosial dan komunikasi dengan orang lain dalam budaya tertentu. 

Analisis: dari Artikel diatas menunjukkan bahwa ada suatu teori yang berkaitan dengan teori Kognitif. Teori ini adalah Teori Kognitif Lintas Budaya dimana Teori ini dalam psikologi memang sangat berkaitan dengan apa yang dipikirkan oleh manusia. teori ini mengangkat tentang pemikiran yang sudah muncul dari seseorang adanya keterkaitan antara diri manusia dengan budaya yang di yakininya. dalam psikologi pemikiran memang terpengaruh dari banyak hal mulai dari eksternal dan internal. teori tersebut termasuk dari pemikiran eksternal yang muncul dari luar. karena hal inilah teori kognitif budaya memacu dirina untuk memikirkan hal-hal yang sudah ada dalam pikiran karena adanya campur tangan budaya. seperti di jaman sekarang sudah serba internet yang membuat pemikiran dengan menggunakan media komunikasi secara verbal maupun non verbal akan mendapatkan output yang berbeda.

No comments:

Post a Comment